Senin, 30 April 2012

Cara Konfigurasi Microsoft Outlook

Cara Konfigurasi Microsoft Outlook Menggunakan Account Gmail

          Cara Konfigurasi Microsoft Outlook 2007 dengan menggunakan account Gmail hampir sama dengan cara konfigurasi dengan account yang lainnya, masih ingat tulisan Saya terdahulu tentang tutorial cara konfigurasi email client microsoft outlook 2007 dengan menggunakan account yahoo.com, caranya tidak jauh berbeda hanya ada perbedaan pada setting potr POP dan Port SMTP nya saja. Mungkin sudah banyak blog yang membahas tutorial cara konfigurasi email client microsoft outlook 2007 ini, tapi tidak ada salahnya kalau Saya tuliskan kembali di blog Saya, selain untuk menambah konten mungkin ada rekan kita yang belum tahu. 



Berikut Cara Konfigurasi Microsoft Outlook Menggunakan Account Gmail

  • Buka Microsoft Outlook yang sudah terinstal di komputer Anda

  • Kemudian next sampai menemukan jendela gambar berikut :
  • Klik/ceklist manual konfigurasi seperti terlihat pada gambar di atas
  • Kemudian klik next hingga muncul jendela seperti gambar di bawah berikut :

  • Pilih Internet E-mail seperti gambar di atas
  • Kemudian klik next, dan akan muncul jendela seperti gambar berikut :
  •  Kemudian isi user information dan yang lainnya seperti terlihat pada gambar di atas
  • Setelah selesai di isi dengan benar, selanjutnya klik more setting dan akan tampil jendela seperti gambar berikut ;
  •  Selanjutnya pilih dulu tab Outgoing Server dan checklist pada my outgoing server smtp (requires authentication) lihat gambar di bawah berikut :
  • Kemudian pilih tab advanced dan akan tampil jendela seperti gambar berikut :

  •  Isi Incoming Server Port 995 dan checklist pada the server requires an encryption connection (SSL), lihat gambar di atas.
  • Isi Outgoing Server Port 465 dan pilih SSL pada use the following type of encryption connection, lihat gambar di atas.
  • Checklist pada leave a copy of messages on the server untuk backup email kita di server gmail, lihat gambar diatas.
  • Setelah selesai silahkan Anda klik OK
  • Terakhir test konfigurasi microsoft outlook anda dengan cara klik pada test account setting, lihat gambar di bawah :
  •  Jika berhasil maka akan terlihat seperti gambar di bawah :

 Semoga bermanfaat dan Selamat Mencoba......

Senin, 13 Februari 2012

Hardware Wi-Fi


Ada beberapa perangkat hardware yang harus Anda sediakan untuk membangun sebuah jaringan Wireless, antara lain sebagai berikut:
Acces Point, berfungsi seperti hub dalam jaringan kabel, menghubungkan antara jaringan wireless dengan internet. Acces point juga dapat berfungsi sebagai filtering, firewall, router, melakukan identifikasi terhadap jaringan dengan memberikan WEP (Wireless Equivalent Privacy) atau WPA (Wi-Fi Protected Acces) untuk proteksi keamanan jaringan wireless. Perangkat Acces Point yang lama bekerja pada standar 802.11b dan kapasitas data yang dapat dikirimkan kecil. Jika Anda hendak mengirimkan data dalam kapasitas yang besar, hendaknya menggunakan perangkat dengan standar 802.11g dan standar ini kompatibel dengan standar dibawahnya, artinya Anda masih dapat menggunakan perangkat dengan standar 802.11b. sebuah perangkat Acces Point biasanya mempunyai port Ethernet yang biasanya dihubungkan dengan kabel UTP ke LAN. Juga dilengakapi dengan port WAN untuk mendukung fungsi router.
Kartu jaringan Wireless, berfungsi menghubungkan computer denagn Acces Point. Jika Anda menggunakan PC desktop maka kartu jaringan biasanya ditempatkan pada slot PCI di dalam casing computer. Jika menggunakan notebook atau laptop biasanya menggunkan PCMCIA card. Jika tidak terdapat tempat pada PC atau laptop maka bis menggunakan port USB.
Antena, berfungsi untuk memperluas jangkauan jaringan. Biasanya antenna ini sudah terintegrasi pada perangkat Acces Point. Anda juga dapat menukar antena yang ada ke antena yang berkualitas tinggi, khususnya ketika Anda dihadapkan pada jumlah client yang semakin banyak dan jarak yang semakin luas. Teknologi terbaru antenna saat ini adalah mengguanakan teknologi MIMO (Multiple Input Multiple Output) yaitu menggunakan banyak antena. Hal ini akan dapat mengurangi interference/gangguan dan menambah jangkauan akses bagi pengguna khususnya untuk koneksi dengan streaming multimedia dan VoIP.
Bridge Wireless, menghubungkan antara satu jaringan wireless dengan jaringan dengan yang lain. Hal ini beguna untuk mengurangi beban pada setiap segmen karena setiap segmen jeringan akan menerima setiap paket data pengirim dari segmen tersebut.
Relay Wireless, berfungsi untuk meneruskan sinyal jaringan wireless ke jaringan yang lain. Hal ini akan memperluas jangkauan wireless yang ada.
Kabel Network, berfungsi untuk menghubungkan router internet atau server atau computer yang berfungsi sebagai internet gateway denagn acces point.

Wireless Wide Area Networks (WWAN) dan Wireless Metropolitan Area Networks (WMAN)


Dengan teknologi ini akan memungkinkan pengguna untuk membuat koneksi nirkabel antara beberapa lokasi dalam satu daerah metropolitan misal antara gedung-gedung yang berbeda dalam satu kota atau dalam satu kampus/universitas. Pembangunannya membutuhkan kabel fiber optic atau kabel tembaga yang banyak sehingga teknologi Jenis ini menjadi mahal. Jenis WMAN ini dapat bertindak sebagai backup bagi jaringan yang berbasis kabel tadi mengalami gangguan. WMAN menggunakan gelombang radio atau sinar inframerah untuk mentransmisikan data.
Koneksi ini dapat mencakup jangkauan yang luas seperti pada sebuah kota atau Negara, melalui beberapa antena atau sistem satelit yang digunakan oleh penylenggara jasa telekomunikasi. Teknologi WWANs ini dikenal dengan sistem 2G (second generation). Inti dari system 2G ini termasuk di dalamnya Global System for Mobile Communications (GSM), Celluler Digital Packet Data (CDPD) dan Code Division Multiple Acces (CDMA). Untuk selanjutnya sedang dilakukan transisi dari 2G ke teknologi 3G (third generation) yang akan menjadi standar global dan memiliki fitur roaming yang global juga.


W i r e l e s s


Sinyal wireless merupakan sinyal gelombang elektromagnetis yang dapat berjalan tanpa media tetapi melalui ruang hampa atau media seperti udara. Karena tidak dibutuhkan media fisik sebagai perantara, maka hal ini akan sangat menguntungkan pada saat membangun jaringan pada daerah atau area yang luas. Pada sebuah jaringan yang sederhana, sering kita dengar istilah WaveLAN seperti diwarnet-warnet. WaveLAN merupakan sarana komunikasi dengan menggunakan wireless.
Wi-Fi (Wireless-Fidelity) atau jaringan tanpa kabel, sering disebut dengan jaringan 802.11 karena standar yang biasanya digunakan adalah IEEE802.11. Keuntungan menggunakan jenis jaringan seperti ini adalah tanpa menggunakan medium seperti kabel, kita sudah dapat membangun atau melakukan koneksi ke sebuah jaringan. Jika sebelumnya kita mengenal medium kabel koaksial atau kabel UTP yang sering digunakan dalam membangun sebuah jaringan komputer, maka pada saat ini orang lebih suka menggunakan sistem wireless karena kemudahan dalam konfigurasi dan penggunaannya.
Penggunaan angka 802.11 (standar wireless network) dibuat oleh IEEE(Institute of Electrical and Electronics Engineers). Penggunaan notasi a, b dan g menunjukan versi yang berbeda dalam standar 802.11.
Versi yang pertama diluncurkan adalah 802.11b beroperasi pada 2.4 Ghz dan kecepatan 11 Mbps. Kemudian dilanjutkan dengan versi 802.11a dengan beroperasi pada 5 Ghz dan kecepatan 54 Mbps. Versi yang terakhir adalah 802.11g adalah campuran diantara kedua versi sebelumnya, beroperasi pada 2.4 Ghz dan kecepatan 54 Mbps.
Pada dasarnya, sistem yang digunakan pada jaringan Wi-Fi adalah analogi dengan HT(Handie-talkie). Alat ini dapat mengirim dan menerima sinyal radio. Suara yang dikirimkan akan diterima oleh microphone dan di-enkode-kan menjadi frekuensi radio dan ditransmisikan oleh antena. Pada alat yang lain sinyal radio tersebut di terima oleh antena dan men-dekode-kan sinyal radio tersebut sehingga dapat didengar melalui speaker. 

E-Services

Sistem Layanan Elektronik atau E-layanan (Electronic Services disingkat E-Services) merupakan satu aplikasi terkemuka memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di daerah yang berbeda. Namun, definisi yang tepat dari layanan elektronik sulit didapat sebagian peneliti telah menggunakan definisi yang berbeda untuk menggambarkan layanan elektronik. Meskipun definisi ini berbeda, dapat dikatakan bahwa mereka semua sepakat tentang peran teknologi dalam memfasilitasi pelayanan yang membuat mereka lebih dari layanan elektronik.

Menurut Rowley (2006) layanan elektronik di definisikan sebagai: "... perbuatan, usaha atau pertunjukan yang pengiriman di mediasi oleh teknologi informasi. Layanan elektronik tersebut meliputi unsur layanan e-tailing, dukungan pelanggan, dan pelayanan ". Definisi ini mencerminkan tiga komponen utama- penyedia layanan, penerima layanan dan saluran pelayanan (yaitu, teknologi). Misalnya, sebagai yang bersangkutan untuk layanan elektronik publik, badan publik adalah penyedia layanan dan warga negara serta bisnis penerima layanan. Saluran pelayanan adalah persyaratan ketiga dari layanan elektronik. Internet adalah saluran utama dari layanan elektronik pengiriman sementara saluran klasik lainnya juga dipertimbangkan.(misalnya telepon, call center, kios publik, telepon genggam, televisi)

Definisi dan sejarah layanan elektronik

Sejak awal pada akhir 1980-an di Eropa dan dikenal secara formal pada tahun 1993 oleh Pemerintah AS, istilah 'E-Government' kini telah menjadi salah satu riset domain yang diakui terutama dalam konteks kebijakan publik dan sekarang telah memperoleh kepentingan strategis dalam modernisasi sektor publik. Layanan eletronik merupakan salah satu cabang dari domain dan perhatiannya juga telah merayap di antara para praktisi dan peneliti.

Layanan elektronik (atau e-Service) adalah istilah yang sangat generik, biasanya mengacu pada "Penyediaan layanan melalui Internet (awalan berdiri 'e elektronik', seperti dalam penggunaan lain), sehingga layanan elektronik bisa juga termasuk perdagangan internet, mungkin juga termasuk layanan non-komersial (online), yang biasanya disediakan oleh pemerintah. (Alexei Pavlichev & G. David Garson, 2004: 169-170; Muhammad Rais & Nazariah, 2003: 59, 70-71).

'Layanan elektronik merupakan layanan online yang tersedia di Internet, dimana transaksi yang valid untuk membeli dan menjual (pengadaan) adalah mungkin, sebagai lawan dari website tradisional, dimana hanya informasi deskriptif yang tersedia, dan tidak ada transaksi online adalah dimungkinkan.' (Jeong, 2007).

Manfaat layanan elektronik

ada sejumlah manfaat untuk layanan elektronik, beberapa di antaranya:

* Mengakses basis pelanggan yang lebih besar
* Memperluas jangkauan pasar
* Menurunkan penghalang masuk ke pasar baru dan biaya mendapatkan pelanggan baru
* Alternatif saluran komunikasi ke pelanggan
* Meningkatkan pelayanan kepada pelanggan
* Meningkatkan citra perusahaan
* Mendapatkan keunggulan kompetitif
* Potensi peningkatan pengetahuan pelanggan

E-Learning


Sekilas perlu kita pahami ulang apa e-Learning itu sebenarnya. E-Learning adalah pembelajaran jarak jauh (distance Learning) yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer dan/atau Internet. E-Learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas. E-Learning sering pula dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari intranet di jaringan lokal atau internet. Sebenarnya materi e-Learning tidak harus didistribusikan secara on-line baik melalui jaringan lokal maupun internet, distribusi secara off-line menggunakan media CD/DVD pun termasuk pola e-Learning. Dalam hal ini aplikasi dan materi belajar dikembangkan sesuai kebutuhan dan didistribusikan melalui media CD/DVD, selanjutnya pembelajar dapat memanfatkan CD/DVD tersebut dan belajar di tempat di mana dia berada.
Ada beberapa pengertian berkaitan dengan e-Learning sebagai berikut :
  • Pembelajaran jarak jauh.
E-Learning memungkinkan pembelajar untuk menimba ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri kelas. Pembelajar bisa berada di Semarang, sementara “instruktur” dan pelajaran yang diikuti berada di tempat lain, di kota lain bahkan di negara lain. Interaksi bisa dijalankan secara on-line dan real-time ataupun secara off-line atau archieved.
Pembelajar belajar dari komputer di kantor ataupun di rumah dengan memanfaatkan koneksi jaringan lokal ataupun jaringan Internet ataupun menggunakan media CD/DVD yang telah disiapkan. Materi belajar dikelola oleh sebuah pusat penyedia materi di kampus/universitas, atau perusahaan penyedia content tertentu. Pembelajar bisa mengatur sendiri waktu belajar, dan tempat dari mana ia mengakses pelajaran.
  • Pembelajaran dengan perangkat komputer
E-Learning disampaikan dengan memanfaatkan perangkat komputer. Pada umumnya perangkat dilengkapi perangkat multimedia, dengan cd drive dan koneksi Internet ataupun Intranet lokal. Dengan memiliki komputer yang terkoneksi dengan intranet ataupun Internet, pembelajar dapat berpartisipasi dalam e-Learning. Jumlah pembelajar yang bisa ikut berpartisipasi tidak dibatasi dengan kapasitas kelas. Materi pelajaran dapat diketengahkan dengan kualitas yang lebih standar dibandingkan kelas konvensional yang tergantung pada kondisi dari pengajar.
  • Pembelajaran formal vs. informal
E-Learning bisa mencakup pembelajaran secara formal maupun informal. E-Learning secara formal, misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-Learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya, atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya perusahan konsultan) yang memang bergerak di bidang penyediaan jasa e-Learning untuk umum. E-Learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).
  • Pembelajaran yang ditunjang oleh para ahli di bidang masing-masing.
Walaupun sepertinya e-Learning diberikan hanya melalui perangkat komputer, e-Learning ternyata disiapkan, ditunjang, dikelola oleh tim yang terdiri dari para ahli di bidang masing-masing, yaitu:
  1. Subject Matter Expert (SME) atau nara sumber dari pelatihan yang disampaikan
  2. Instructional Designer (ID), bertugas untuk secara sistematis mendesain materi dari SME menjadi materi e-Learning dengan memasukkan unsur metode pengajaran agar materi menjadi lebih interaktif, lebih mudah dan lebih menarik untuk dipelajari
  3. Graphic Designer (GD), mengubah materi text menjadi bentuk grafis dengan gambar, warna, dan layout yang enak dipandang, efektif dan menarik untuk dipelajari
  4. Ahli bidang Learning Management System (LMS). Mengelola sistem di website yang mengatur lalu lintas interaksi antara instruktur dengan siswa, antarsiswa dengan siswa lainnya.
Di sini, pembelajar bisa melihat modul-modul yang ditawarkan, bisa mengambil tugas-tugas dan test-test yang harus dikerjakan, serta melihat jadwal diskusi secara maya dengan instruktur, nara sumber lain, dan pembelajar lain. Melalui LMS ini, siswa juga bisa melihat nilai tugas dan test serta peringkatnya berdasarkan nilai (tugas ataupun test) yang diperoleh.
E-Learning tidak diberikan semata-mata oleh mesin, tetapi seperti juga pembelajaran secara konvensional di kelas, e-Learning ditunjang oleh para ahli di berbagai bidang terkait.

Jaringan berkabel ( wired conection)


Jjaringan Berkabel
Pada jaringan ini, untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain diperlukan penghubung berupa kabel jaringan. Kabel jaringan berfungsi dalam mengirim informasi dalam bentuksinyal listrik antar komputer jaringan.

Wardriving adalah kegiatan mengelilingi area tertentu, memetakan populasi wireless access point untuk tujuan statistik yang akan digunakan untuk memperoleh kesadaran akan permasalahan keamanan pada jaringan (wireless network). Federal Bureau of Investigation (FBI) menyatakan bahwa kegiatan scan acces point adalah kegiatan yang tidak illegal meskipun terjadi pencurian informasi.



 wired
Wired mempergunakan Ethernet kabel dan network adapter. Meskipun dua komputer dapat dihubungkan menjadi jaringan dengan hanya berbekal kabel Ethernet Crossover, tapi biasanya wired membutuhkan hub, switch atau router sebagai device sentral untuk mengakomodasi banyak komputer. Untuk koneksi internet menggunakan dial-up, memerlukan modem yang kemudian nanti harus di-share dengan memanfaatkan Internet Connection sharing atau hal sejenisnya.
Sedangkan wireless merupakan jaringan tanpa kabel [nirkabel] yang memudahkan dalam hal share dan memiliki kelebihan tergantung pada standar yang dipergunakan. Ada 3 standar yang sudah dipergunakan yakni: 802.11b, standar yang pertama kali ada dan dipergunakan dalam WLAN. Dua, 802.11a, standar ini lebih cepat dari 802.11b namun memang lebih mahal dari harga 802.11b. Biasanya dimiliki oleh jaringan dalam business networking Tiga, 802.11g -merupakan standar terbaru yang menggabungkan 802.11b dan 802.11a namun memang akan lebih mahal apalagi jika pertimbangan Anda adalah jaringan di rumah.
Secara otomatis, biasanya Ethernet sudah terpasang pada komputer Anda meskipun saat ini wi-fi pun sudah berkembang pesat. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum memutuskan Anda akan mempergunakan wired atau wireless connection baik di rumah maupun kantor Anda karena masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Ada 5 kunci untuk menentukan koneksi jaringan Anda wired atau wireless.
  1. Kemudahan instalasi
    Wired, kabel Ethernet harus berjalan di masing-masing komputer menuju komputer lain atau device sentral. Hal ini terkadang menjadi rumit karena panjangnya kabel yang dibutuhkan dan perlu pengaturan ruangan agar kabel tidak berserakan. Pengaturan hardware tersebut yang perlu sangat diperhatikan. Sedangkan untuk konfigurasinya, jaringan wired maupun wireless tidak jauh berbeda.
    Wireless, dapat dikonfigurasi melalui 2 cara yakni Ad Hoc yang dapat mengkomunikasikan jaringan peer-to-peer antar-device atau dengan mode Infrasutructure yang mengizinkan device wireless dapat berkomunikasi dengan titik sentral yang kemudian dapat berkomunikasi dengan wired LAN yang ada di jaringan. Sebagian besar wireless membutuhkan mode Infrastructure. Keduanya membutuhkan Network adapter bernama WLAN card.
  2. Biaya
    Wired. Ethernet cables, hubs dan switch tidaklah mahal. Software untuk connection sharing juga murah bahkan gratis. Yang harus Anda beli adalah broadband routers, tapi broadband routers termasuk  komponen opsional tergantung kebutuhan Anda. Harganya yang mahal sebenarnya juga karena kemudahan  instalasinya dan fitur built-in security.
    Wireless. Tidak dapat dipungkiri wireless lebih mahal dari wired sampai 3 atau 4 kali wired. Akan tetapi beberapa memang sudah turun harga dan Anda dapat menawar harga kebutuhan untuk wireless.
  3. Reability
    Wired. Ethernet cables, hubs dan switch sangat reliabel. Hal ini karena manufaktur terus meningkatkan teknologi Ethernet lebih dari beberapa dekade. Broadband router yang merupakan pendatang baru pun kini telah semakin matang dan semakin reliabel dibanding sebelumnya.
    Wireless. Wireless LAN memiliki reliabilitas yang kurang dibanding wired LAN. Akan tetapi, dengan penanganan yang baik kekurangan ini dapat ditutupi.
  4. Performance
    Wired. Wired LAN menawarkan performansi yang sangat baik. Ethernet pada awalnya hanya mampu menawarkan bandwidth 10Mbps. Kini teknologi Fast Ethernet telah menawarkan bandwidth sebesar 100 Mbps meskipun sedikit mengeluarkan dana lebih. Performansi hub bisa menurun jika jaringan dipakai terus menerus. Akan tetapi hal ini bisa diatasi dengan mempergunakan switch. Switch memang lebih mahal dibanding hub, tapi performansinya lebih baik untuk mencegah penurunan performansi jaringan.
    Wireless. Wireless LAN dengan 802.11b memberikan kecepatan sama seperti Ethernet pada awal hadirnya yakni 10 Mbps. Akan tetapi, wireless LAN dengan 802.11a dan 802.11g memiliki kecepatan 1,5 kali lipat dari Fast Ethernet. Kekurangannya wireless bersifat distance sensitive yakni semakin jauh komputer Anda dari access point atau communication endpoint lainnya, maka performansinya akan menurun. 802.11a dan 802.11g cocok untuk jaringan rumahan tapi tidak cocok untuk home LAN gaming.
  5. Security
    Wired. Untuk setiap wired LAN yang tersambung ke Internet, firewalls merupakan pertimbangan utama keamanan. Wired Ethernet hubs dan switch tidak mendukung firewalls. Namun software firewall dapat diinstal. Broadband routers menawarkan kapabilitas firewall yang mudah dikonfigurasi melalui soft
Wireless. Dalam teori, wireless kurang secure dibanding wired LAN karena sinyalnya mengudara dan mudah ditangkap. Akan tetapi hal ini hanya teoritis saja karena dalam praktiknya wireless bisa aman seperti wired LAN dengan mempergunakan perlindungan data melalui standar enkripsi Wired Equivalent Privacy (WEP).
Catatan: bagi Anda yang mempergunakan jaringan di rumah, baik Anda mempergunakan wired maupun wireless LAN, perhatikan hal-hal berikut:
  • Internet firewall dikonfigurasi dengan benar.
  • Keluarga Anda familiar dengan bahaya internet dan tahu cara mengenalinya.
  • Keluarga Anda familiar dengan konsep “spyware” dan cara menghindarinya.
  • babysitters, pembantu dan tamu lainnya dihimbau untuk tidak memiliki akses tak diinginkan ke jaringan.